Saat itu
disurga begitu tenangnya
Sehingga
suara dari bumi dapat terdengar
Dan
seorang anak dengan suara lirih bertanya..
Tuhan jika saya harus
pergi sekarang bisakah engkau memberi tahu siapa malaikat dirumahku nanti
Tuhan pun menjawab
“kamu bisa memanggil malaikatmu ibu”
Anak-anak Ku
Kenanglah ibu yang
selama ini menjaga malindungi dan mengajari mu berbagai hal sejak engkau lahir
tanpa daya
Kenanglah ibumu yang
selalu meneteskan air mata ketika menyaksikan prilaku mu yang tidak baik
Ingatkah engkau
ketika ibu mu rela tidur tanpa selimut
Demi melihatmu
tidur nyenyak dengan selimut membalut tubuhmu
Ingatkah engkau
ketika jemari ibumu mengusap lembut kepalamu
Dan membantu
menyisir rambutmu
Dan ingatkah engkau
ketika air matanya menetes ketika melihatmu terbaring sakit
Sadarkah engkau
anak-anak ku
Sebenarnya tanpa
pengetahuan mu setiap kali berdoa
Ibumu selalu
menyempatkan memohon kepada tuhan
untuk segala kebaikanmu
kesuksesanmu
hadirkanlah
ibumu dalam ingatanmu
peluklah
dia ciumlah kakinya dan niatkan dalam hatimu untuk memberikan yang terbaik
berdo’alah
untuk keshatan dan rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayang
jangan biarkan engkau
menyesal dimasa yang akan datang
berikanlah yang
terbaik untuk ibu yang selalu menyayangimu
katakanlah dalam
hatimu
maafkan
aku ibu
katakan padanya
betapa engkau tramak mencintainya
betapa ia tramak
berarti bagimu

No comments:
Post a Comment